Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletters kami




Sabtu, 22 September 2018

Waspadai Aseton, Zat Pelarut Kutek yang Bisa Membahayakan Tubuh

Waspadai Aseton, Zat Pelarut Kutek yang Bisa Membahayakan Tubuh

Joko Yuwono

Editor : Joko Yuwono


Dibaca 226 kali

Aseton merupakan cairan yang di dunia industri sering dipakai sebagai pelarut. Dalam tubuh manusia, aseton merupakan salah satu penyusun keton yang merupakan hasil dari reaksi pemecahan lemak.

Dalam tubuh, pembentukan aseton bisa dijadikan indikasi bahwa sel-sel dalam tubuh mengalami kekurangan insulin atau terganggunya efektivitas pemakaian insulin dan glukosa dalam tubuh. Salah satu kondisi di mana hal ini dapat terjadi adalah penyakit diabetes. Faktor lain yang juga dapat meningkatkan kadar aseton di dalam tubuh adalah saat berpuasa dan melakukan aktivitas fisik berat.

Salah satu ciri dari aseton sebagai cairan adalah mudah sekali menguap. Ciri lain dari aseton adalah mudah terbakar dan tidak berwarna. Senyawa ini memiliki bau seperti daun mint dan memiliki rasa pedas.

Selain dalam tubuh manusia, secara alami, senyawa dengan rumus kimia C3H6O ini bisa ditemukan pada tumbuh-tumbuhan, pohon, gas vulkanik, dan akibat terjadinya kebakaran hutan. Perilaku manusia yang bisa menyebabkan hadirnya aseton adalah asap rokok, sisa asap kendaraan bermotor, dan pembuangan akhir sampah atau tempat penampungan limbah.

Pemakaian Aseton

Dalam kehidupan sehari-hari, aseton biasa digunakan sebagai pelarut untuk berbagai macam zat lainnya. Beberapa produk yang bisa dilarutkan oleh aseton adalah cat, minyak, lilin, resin, plastik, dan lem.

Kegunaan lain dari zat ini adalah sebagai salah satu bahan pembuat plastik, serat, obat-obatan, kain rayon, film fotografi, bubuk tanpa asam, dan bahan kimia untuk keperluan laboratorium. Pemanfaatan lainnya dari aseton dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk pembersihan dan pengeringan.

Dalam industri rumah tangga dan kosmetik, pemakaian aseton juga tersebar dalam berbagai produk. Produk-produk yang biasa memakai zat tersebut adalah produk  pembersih alat rumah tangga, deterjen, semen karet, pembersih kutek, pembersih cat, lilin, semir, dan perekat karet.

Aseton Bisa Membuat Seseorang Keracunan

Meski sudah lumrah dijadikan sebagai bahan untuk keperluan rumah tangga, kecantikan, dan industri, aseton juga bisa menyebabkan efek berbahaya bagi tubuh. Keracunan aseton biasa disebut dengan ketoasidosis yang terjadi apabila jumlah aseton dalam tubuh melebihi ambang batas normal.

Keracunan zat ini bisa disebabkan oleh aseton yang berasal dari dalam tubuh maupun dari lingkungan sekitar. Yang berasal dari dalam tubuh terjadi ketika jumlah keton dalam tubuh terlalu tinggi. Kondisi medis tertentu juga memungkinkan tubuh mengalami ketoasidosis.

Gangguan metabolik di dalam tubuh seperti pada penyakit diabetes tipe 1 dan tipe 2, memungkinkan terbentuknya aseton berlebih dalam tubuh. Hal tersebut terjadi terutama ketika kadar glukosa tidak terkontrol dengan baik. Bukan hanya penyakit metabolik, seseorang yang mengalami kelaparan atau berpuasa dalam jangka panjang juga lebih berisiko mengalami ketoasidosis.

Saat kelaparan jangka panjang terjadi, asupan karbohidrat dalam tubuh habis sehingga sel-sel dalam tubuh mulai memecah cadangan lemak menjadi keton untuk menghasilkan energi. Kadar keton akan melonjak sehingga organ hati tidak bisa memrosesnya. Hal ini akan menyebabkan keton dalam darah melimpah dan terjadilah ketoasidosis.

Keracunan aseton juga bisa terjadi ketika zat ini terhirup, tertelan, atau terserap melalui kulit. Aseton bisa masuk ke tubuh jika seseorang menghirup asap rokok. Cara lain yang memungkinkan aseton masuk ke dalam tubuh adalah jika seseorang terpapar isopropil alkohol yang biasa digunakan sebagai pelarut atau untuk keperluan medis. Keberadaan isopropil alkohol dalam tubuh bisa berubah menjadi aseton.

Beberapa produk yang mengandung aseton dan akrab digunakan untuk keperluan rumah tangga juga bisa menjadi media terjadinya ketoasidosis. Makanan dan minuman yang dikonsumsi mungkin saja mengandung aseton. Hal tersebut bisa terjadi ketika rumah terletak di lokasi yang melepaskan emisi aseton berlebihan, seperti jalan raya dan penampungan limbah atau TPA.

Orang-orang yang bekerja di pabrik pembuatan cat, plastik, sepatu, serat sintetis, dan bahan kimia juga menghadapi risiko terpapar aseton. Para pekerja yang memakai cat, pelarut, lem, dan produk pembersih bisa juga mengalami hal yang sama.

Inilah Akibat Keracunan Aseton

Beruntung, jarang sekali seseorang mengalami keracunan aseton. Tubuh manusia memiliki kemampuan memecah aseton secara alami. Bahkan meski dalam jumlah besar sekalipun, tubuh manusia tetap bisa memrosesnya.

Keracunan aseton bisa terjadi jika seseorang menelan atau menghirup zat ini dalam jumlah yang besar dan dalam waktu yang singkat. Jika terjadi keracunan zat ini dalam tingkat ringan, maka penderitanya bisa mengalami sakit kepala, lesu, muncul rasa manis di mulut, bicara cadel, dan berkurangnya koordinasi tubuh.

Gejala berat dari keracunan aseton bisa berupa tekanan darah rendah, pingsan, dan koma. Akibat lainnya yang bisa terjadi adalah iritasi pada mata, iritasi saluran pernapasan, gangguan pernapasan, kejang, dan bahkan kematian. Segeralah hubungi dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut.

BACA JUGA

BERITA TERKAIT