Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletters kami




Sabtu, 22 September 2018

Kenali Beberapa Penyebab Anemia Defisiensi Besi Pada Ibu Hamil

Kenali Beberapa Penyebab Anemia Defisiensi Besi Pada Ibu Hamil

Rr. Anne Marie Heidija

Editor : Rr. Anne Marie Heidija


Dibaca 138 kali

Terdapat banyak faktor yang bisa menyebabkan anemia defisiensi besi. Kondisi tersebut antara lain:

  • Makanan yang sedikit mengandung zat besi. Mengonsumsi makanan dengan sedikit kandungan zat besi dalam waktu lama dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat besi. Makanan yang sarat zat besi terdapat pada daging, telur, atau sayuran berdaun hijau. Setiap hari, orang dewasa setidaknya membutuhkan zat besi sebanyak 8 mg. Kebutuhan itu bertambah besar pada anak-anak dan wanita berusia 50 tahun, yaitu sejumlah 18 mg.
  • Masa kehamilan. Wanita hamil sering mengalami anemia defisiensi besi karena simpanan zat besi dalam tubuhnya digunakan untuk memenuhi volume darah tubuhnya yang meningkat, sekaligus memenuhi kebutuhan hemoglobin untuk perkembangan janin.
  • Perdarahan. Perdarahan dapat mengakibatkan seseorang kehilangan sel darah merah, sehingga zat besi dalam darah juga berkurang. Kondisi ini umumnya dialami wanita yang mengalami menstruasi dengan perdarahan yang banyak atau berlebihan. Selain itu, beberapa kondisi medis seperti polip pada usus, luka dalam lambung, serta kanker usus, juga dapat menyebabkan perdarahan di dalam tubuh sehingga tubuh rentan mengalami defisisensi zat besi. Di samping itu, konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen atau diclofenac, secara terus menerus juga dapat menyebabkan perdarahan pada lambung yang mengakibatkan tubuh kekurangan zat besi.
  • Malabsorpsi Zat Besi. Zat besi dalam makanan yang kita konsumsi diserap dalam usus halus. Gangguan pada usus halus, seperti penyakit Celiac atau pasca operasi usus, dapat membatasi kemampuan usus dalam menyerap nutrisi dari makanan, termasuk zat besi, sehingga bisa menyebabkan seseorang mengalami anemia defisiensi besi. Selain itu, konsumsi obat maag, teh, kopi, susu, produk makanan dari susu, serta makanan dengan tingkat asam fitat yang tinggi, misalnya sereal, dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan.

Selain penyebab yang sudah disebutkan, terdapat beberapa faktor yang membuat seseorang lebih rentan terkena anemia defisiensi besi, yaitu:

  • Vegetarian.  Orang yang tidak mengonsumsi daging atau vegetarian lebih berisiko mengalami anemia defisiensi besi, , jika tidak menggantinya dengan makanan sarat zat besi lainnya.
  • Wanita dalam masa subur. Kondisi ini memungkinkan untuk hamil atau mengalami menstruasi yang berlebihan, sehingga berisiko mengalami anemia defisiensi besi.
  • Masalah pada bayi. Bayi yang lahir prematur, memiliki berat badan lahir yang rendah, atau kurang asupan air susu juga berisiko mengalami anemia kekurangan zat besi.
  • Mendonorkan darah secara rutin. Donor darah secara rutin dapat mengurangi simpanan zat besi dalam tubuh sehingga memicu tubuh kekurangan zat besi, terutama jika tidak diimbangi makanan sarat zat besi.

BACA JUGA

BERITA TERKAIT